Iman Kepada Allah



Iman Kepada Allah


1. Pengantar: Iman sebagai Rukun Iman Pertama

Iman kepada Allah adalah rukun iman yang pertama dalam Islam dan merupakan landasan bagi rukun iman lainnya. Rukun iman yang lain tidak sah jika seseorang belum beriman kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Karena itu, dalam Al-Qur’an dan Sunnah, iman kepada Allah selalu disebutkan lebih dulu dibanding rukun iman lainnya. ([Suara Muhammadiyah][1])


2. Dalil Al-Qur’an dan Hadits tentang Iman

Dalam Al-Baqarah ayat 177 disebutkan bahwa kebajikan itu bukan hanya ritual lahiriah, tetapi orang-orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab suci, dan para nabi. Dalil dari hadits juga ditegaskan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa iman mencakup percaya kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan qadar yang baik maupun yang buruk (HR. Muslim). ([Suara Muhammadiyah][1])


3. Makna Iman kepada Allah


Iman kepada Allah berarti meyakini dengan pasti bahwa:


* Allah SWT adalah Rabb, pemilik dan pengatur segala sesuatu.

* Dialah pencipta dan pengatur seluruh alam semesta.

* Hanya Dia yang berhak disembah; tidak ada sekutu bagi-Nya.

* Semua penyembahan kepada selain Allah adalah batil (salah dan tidak benar). ([Suara Muhammadiyah][1])


Allah berfirman, bahwa apa yang diseru selain Allah hanyalah yang batil, sedangkan Allah adalah Yang Haq, Maha Tinggi dan Maha Besar (QS Al-Hajj [22]: 62). ([Suara Muhammadiyah][1])



4. Dalil-Dalil Bukti Wujud Allah

Artikel ini menjelaskan empat jenis dalil yang menunjukkan keberadaan Allah SWT:


 a. Dalil Fithrah

Manusia diciptakan dengan fitrah (naluri) yang mengenali dan percaya kepada Allah. Fithrah itulah yang seharusnya terus dijaga, sebab fitrah bisa tertutup oleh pengaruh luar seperti hawa nafsu atau budaya yang salah. ([Suara Muhammadiyah][1])


 b. Dalil Akal

Selain fitrah, akal manusia dapat melihat tanda-tanda kebesaran Allah melalui penciptaan, perubahan hidup-mati, aturan alam seperti hujan, pergantian malam-siang, semua menunjukkan adanya Sang Pencipta. ([Suara Muhammadiyah][1])


 c. Dalil Indrawi (Al-Hissyi)

Fenomena yang dapat dirasakan indera manusia, seperti terkabulnya doa, pertolongan Allah, serta mukjizat-mukjizat nabi merupakan bukti nyata wujud Allah yang tidak mungkin dijelaskan oleh kemampuan manusia biasa. ([Suara Muhammadiyah][1])


 d. Dalil Syariat

Seluruh kitab samawi berbicara tentang Allah dan membawa hukum yang mengandung kebaikan untuk manusia. Al-Qur’an sebagai wahyu Allah tidak memiliki kontradiksi, menunjukkan bahwa ia berasal dari Rabb Maha Bijaksana. ([Suara Muhammadiyah][1])



5. Lokasi dan Wujud Allah dalam Al-Qur’an

Topik “Di manakah Allah?” sering menjadi perdebatan. Banyak jawaban populer seperti “Allah ada di hati kita” atau “Allah ada di mana-mana,” namun menurut artikel ini tidak sesuai dengan pemahaman akidah yang benar. Pendapat tersebut berasal dari ajaran yang menyimpang seperti pemikiran wihdatul wujud yang dianggap keluar dari aqidah Islam. ([Suara Muhammadiyah][1])


Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menjelaskan keberadaan-Nya melalui ayat-ayat seperti:

> “Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy.” (QS Thaha:5)

 dan

> “Sungguh, Tuhanmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi… lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy.” (QS Al-A’raf: 54) ([Suara Muhammadiyah][1])

Istiwa’ (bersemayam) di atas Arsy menunjukkan kedudukan Allah yang tidak bisa dibayangkan secara lahir oleh akal manusia, dan kita wajib beriman kepada hal tersebut tanpa bertanya “bagaimana” atau “di mana.” ([Suara Muhammadiyah][1])

Rasulullah SAW bersabda bahwa Surga Firdaus berada di bawah Arsy Allah, yang menunjukkan besarnya kedudukan Arsy dan keberadaan Allah di atasnya (HR. Bukhari). ([Suara Muhammadiyah][1])

✅ Kesimpulan:

Iman kepada Allah menurut artikel ini adalah keyakinan mutlak tanpa keraguan bahwa Allah SWT adalah pencipta, pengatur, dan satu-satunya yang layak disembah. Iman bukan sekadar teori, tetapi harus didasari oleh bukti syariat, akal, dan fitrah manusia, sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah. ([Suara Muhammadiyah][1])


Sumber: https://www.suaramuhammadiyah.id/read/iman-kepada-allah



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Definisi Iman Menurut Para Ulama: Mulai dari Bahasa hingga Hakikat

Memahami Makna Iman: Lebih dari Sekadar Percaya dalam Hati

Apa Arti Iman, Penjelasan Lengkap Menurut Al-Quran dan Hadits